Note : Tulisan kali ini tidak berhubungan dengan resep atau koleksi2 barang
Dulu ketika saya masih kerja di sebuah radio di Surabaya, saya punya seorang teman sesama penyiar sedang ultah ke 25, dia bilang seperti ini “aku mulai quarter life crisis ni ne..” waktu itu saya cuma bisa he eh aja tapi ga terlalu paham juga apa maksudnya karena saya masih berumur 21 tahun. Nah kalo sekarang saya baru paham..
Kurang lebih satu bulan sudah saya berumur 25 tahun. Lalu, apa yang istimewa dari angka 25 tahun itu?? Sebagian orang menganggap umur 25 adalah titik tengah peralihan menuju kehidupan baru yang menuntut untuk bertindak lebih dewasa dari sebelumnya, namun terkadang muncul juga perasaan berontak seolah masih ingin menikmati kehidupan kemarin kala remaja yang penuh keceriaan dan tidak menuntut kedewasaan, bagaimana mulai memilah dan menyelesaikan masalah dengan baik, pertanyaan di dalam hati tentang bagaimana hidup kedepan nanti juga mulai menghias isi kepala, dan masih banyak lagi, inilah yang biasa dinamakan masa-masa krisis perempat baya atau bahasa kerennya Quarter Life Crisis. Saya pun sekarang sedang berada di dalamnya dan saya menikmatinya, ini adalah masa perak saya (^^)
Saya mengganggap angka 2 dan 5 itu adalah dua orang penjaga yang berjaga-jaga di depan pintu gerbang, sambil membukakan pintu mereka pun berkata “Selamat Datang di Dunia Seperempat Abad-mu Nane , siapkan diri lebih baik lagi”.