Beranda Kabar tvOne Program Jadwal Acara tvOne Siaran Pers RSS Feed Surat tvOne Indeks Berita BangOne
Politik Ekonomi Nasional Internasional Jabodetabek Olahraga Nusantara Hukum Sosial Budaya IPTEK
Newsticker:
tvOne - Memang Beda
Cetak Berita

Kabar Ekonomi

CPO RI Kuasai 14,37% Pasar Minyak Nabati Dunia
Rabu, 02 December 2009 12:48 WIB

Nusa Dua, (tvOne)

Minyak sawit mentah (CPO) Indonesia dengan produksi tahun lalu sebesar 19 juta ton, menguasai sekitar 14,37 persen dari total penguasaan CPO sebesar 33,6 persen terhadap pasar delapan minyak nabati dunia.

"Kelapa sawit (CPO) menguasai sekitar 33,6 persen dari delapan produk minyak nabati utama dan Indonesia menguasai 14,37 persen," kata Menteri Pertanian Suswono pada "Indonesia Palm Oil Conference & Outlook 2010," di Nusa Dua, Bali, Rabu.

Sedangkan penguasaan pasar CPO Indonesia terhadap pasar CPO dunia mencapai 44,7 persen dengan total ekspor tahun lalu 12,29 juta ton. Indonesia bersama Malaysia menguasai sekitar 85 persen pasar CPO dunia.

"Tahun ini diperkirakan ekspor CPO Indonesia mencapai lebih dari 14,2 juta ton," kata Suswono yang menambahkan, jumlah tersebut naik dibanding ekspor CPO 2008 yang mencapai 11,2 juta ton. Ia memperkirakan untuk tahun ini, produksi CPO nasional menembus angka 20 juta ton dari lahan perkebunan seluas tujuh hektare.

Pada forum internasional yang dihadiri peserta dari berbagai negara itu, ia menegaskan peranan industri CPO sangat besar dalam perekonomian Indonesia, sehingga pemerintah berkomitmen akan terus mengembangkan industri tersebut dari hulu sampai hilir.

"Banyak tantangan dari dunia luar dalam pengembangan industri tersebut, antara lain kita dituduh melakukan deforestasi dan membiarkan pembunuhan satwa," ujar Suswono.

Namun, lanjut dia, pemerintah dan dunia usaha berkomitmen melaksanakan pembangunan perkebunan dan industri CPO secara berkelanjutan dengan berupaya memenuhi berbagai persyaratan dunia melalui RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) maupun para pembeli di negara tujuan ekspor.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengembangkan industri hilir CPO agar memiliki nilai tambah lebih besar terutama dalam menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joefly J Bachroeny mengatakan, pengembangan industri CPO banyak diminati karena produktivitasnya lebih tinggi dibandingkan biaya produksi, sehingga pertumbuhannya setiap tahun terus tinggi.

Senada dengan Suswono, ia juga mengakui Indonesia menghadapi kendala dalam pengembangan sawit terkait isu lingkungan, di samping masih tertinggalnya pembangunan infrastruktur di Indonesia dibanding negara produsen sawit besar lainnya, Malaysia. "Kami berharap pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur terutama yang terkait dengan CPO," ujar Joefly. (Ant)

ed
Bookmark and Share

Komentar

Kirim Komentar Anda

Nama Anda
Email Anda
Komentar Anda Maks. 500 karakter.
Kode Keamanan
Masukkan kode