Beranda Kabar tvOne Program Jadwal Acara tvOne Siaran Pers RSS Feed Surat tvOne Indeks Berita BangOne
Politik Ekonomi Nasional Internasional Jabodetabek Olahraga Nusantara Hukum Sosial Budaya IPTEK
Newsticker:
tvOne - Memang Beda
Cetak Berita

Kabar Jabodetabek

Distribusi Jarum Suntik Narkoba di Bekasi Capai 5.530 Jarum
Selasa, 01 December 2009 23:24 WIB

Bekasi, (tvOne) 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mencatat distribusi jarum suntik untuk pengguna narkotika di wilayah setempat hingga periode September 2009 mencapai 5.530 jarum.

Kepala Dinkes Kota Bekasi, Retni Yonti,, di Bekasi, Selasa (1/12), mengatakan, jarum suntik tersebut disalurkan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) layanan HIV/AIDS. "Tujuannya program ini untuk mencegah penularan virus HIV lewat jarum suntik yang dipakai bergantian. Sebab penggunaan jarum secara berulang-ulang rentan terkena penularan," kata Yonti.

Pendistribusian jarum, kata dia, masing-masing dilakukan di lima tempat yaitu, Puskesmas Aren Jaya sebanyak 1.747 jarum suntik, Rawa Tembaga 1.758 jarum suntik, Puskesmas Pejuang 1.146 jarum suntik, Puskesmas Kaliabang Tengah 699 jarum suntik, dan Puskesmas Pondok Gede sebanyak 180 jarum suntik. "Namun, program ini tidak dapat berjalan secara maksimal mengingat kesadaran pengguna jarum suntik narkotika untuk mengisolasi virus di tubuhnya agar tidak menular ke orang lain relatif rendah," ujarnya.

Indikasi itu, kata dia, diketahui dari jumlah jarum suntik yang dikembalikan pengguna narkotika kepada petugas penjangkau HIV/AIDS. Di Puskesmas Arenjaya hanya 505 jarum suntik dikembalikan, Rawa Tembaga 1.250 jarum suntik, Puskesmas Pejuang hanya 895 jarum suntik, Kaliabang Tengah 468 jarum suntik, dan Puskesmas Pondok Gede hanya 48 jarum suntik. Adapun data jumlah pengguna jarum suntik narkotika yang secara terbuka datang ke klinik, masih didominasi pasien di Puskesmas Rawa Tembaga sebanyak 76 orang, Pejuang sebanyak 63 orang, Aren Jaya 42 orang, sementara di Puskesmas Kaliabang Tengah, dan Pondok Gede tidak satupun.

Hasil survey Dinas Kesehatan selama periode Januari-September menemukan kasus HIV dan sifilis pada kelompok beresiko tinggi. Diantaranya, waria ada 28 orang terjangkit HIV dan 20 orang sifilis, 2 orang gay positif HIV dan tiga orang sifilis, dua wanita pekerja seksual positif HIV dan dua sifilis, dan penghuni lembaga pemasyarakatan ada delapan positif HIV dan 12 sifilis. (Ant)
 

ai
Bookmark and Share

Komentar

Kirim Komentar Anda

Nama Anda
Email Anda
Komentar Anda Maks. 500 karakter.
Kode Keamanan
Masukkan kode