Beranda Kabar tvOne Program Jadwal Acara tvOne Siaran Pers RSS Feed Surat tvOne Indeks Berita BangOne
Politik Ekonomi Nasional Internasional Jabodetabek Olahraga Nusantara Hukum Sosial Budaya IPTEK
Newsticker:
tvOne - Memang Beda
Cetak Berita

Kabar Internasional

Bangun 10 Pabrik Uranium, AS "Ultimatum" Iran
Selasa, 01 December 2009 07:05 WIB

Washington, (tvOne) 

Amerika Serikat (AS) memperingatkan pemerintah Iran terhadap pembangunan 10 pabrik pengayaan uranium baru, menegaskan Iran akan kembali melanggar hukum internasional jika negara itu melakukan rencananya tersebut. "Jika dilakukan, ini malahan akan merupakan pelanggaran lain dari kewajiban terus Iran untuk menangguhkan semua kegiatan yang berkaitan dengan pengayaan, termasuk pembangunan pabrik baru," seorang juru bicara Deplu AS menegaskan pada AFP.

Negara-negara besar Barat telah lama menduga bahwa Iran, meskipun menyatakan bantahan kerasnya, berupaya untuk membuat bom nuklir. Mereka berkeberatan dengan kerja pengayaan uranium Iran yang dapat digunakan untuk menggerakkan reaktor nuklir, kalau tidak dalam bentuknya yang sangat murni yang dapat membuat inti fisil bom atom.

Masyarakat internasional marah bahwa Teheran telah menolak perjanjian bahan bakar nuklir yang diperantarai oleh Badan Energi Atom Internasional yang ditujukan untuk meredakan ketegangan karena pengayaan uraniumnya. Perjanjian itu mempertimbangkan pengapalan uranium yang sedikit-diperkaya (LEU-low enriched uranium) Iran ke luar negeri untuk diubah menjadi uranium yang diperkaya 20 persen untuk bahan bakar reaktor riset medis di Teheran.

Iran bersikeras mereka siap untuk mengirim LEU-nya ke luar negeri hanya jika ada pertukaran bahan bakar bersama di dalam negeri itu. Presiden Iran Mahmoud Ahamdinejad Ahad mengatakan bahwa Iran dapat mulai memperkaya uranium ke tingkat 20 persen atas uraniumnya sendiri. "Kami akan membahas produksi uranium yang diperkaya hingga kemurnian 20 persen pada pertemuan kabinet Rabu. Kami telah mendekati dengan baik dunia, tapi kami tidak akan membolehkan satu incipun dari hak negara kami untuk diporakporandakan," katanya.

Sementara Ali Larijani, ketua parlemen republik Islam itu, memperingatkan bahwa negaranya dapat "mengurangi dengan serius" kerjasma dengan IAEA. Pemerintah Presiden Barack Obama telah menganjurkan kebijakan dialog dengan Teheran, tapi juga tidak mengesampingkan sanksi baru jika Iran terus melakukan yang diduga kegiatan nuklir. Pengumuman Ahad terjadi hanya dua hari setelah berakhirnya masa jabatan pemimpin badan atom PBB Mohamed ElBaradei memimpin IAEA. (Ant)

ai
Bookmark and Share

Komentar

Kirim Komentar Anda

Nama Anda
Email Anda
Komentar Anda Maks. 500 karakter.
Kode Keamanan
Masukkan kode