Beranda Kabar tvOne Program Jadwal Acara tvOne Siaran Pers RSS Feed Surat tvOne Indeks Berita BangOne
Politik Ekonomi Nasional Internasional Jabodetabek Olahraga Nusantara Hukum Sosial Budaya IPTEK
Newsticker:
tvOne - Memang Beda
Cetak Berita

Kabar Nusantara

Dishub Riau Larang Kapal Bahan Fiber Berlayar
Senin, 30 November 2009 11:19 WIB

Pekanbaru, (tvOne)

Dinas Perhubungan Riau mengambil kebijakan melarang kapal-kapal yang terbuat dari bahan fiber (serat) berlayar di lautan, karena tingginya kecapatan angin di Perairan Riau yang akhir-akhir ini mencapai 12 knot perjam.

"Sebelum ada kepastian kecepatan angin berkurang dan gelombang tinggi menurun, demi keselamatan penumpang, kami melarang kapal berbahan fiber berlayar," kata Kepala Dinas Perhubungan Riau, Ruslaini Rahman, Senin.

Menurut Ruslaini, sebagai langkah pelarangan berlayar, Dishub Riau mengambil kebijakan pengoperasian kapal berjenis bahan fiber dihentikan untuk sementara. Namun jika situasi ombak laut sudah mereda, pelayaran diperbolehkan kembali berlayar. "Kebijakan ini kita ambil sehubungan dengan kondisi ombak laut yang cukup tinggi, dikhawatirkan kasus tenggelamnya Dumai Ekspres di lautan Kepri akan terulang lagi," ujarnya.

Menurut kadishub, selama pengoperasian kapal berjenis bahan fiber dihentikan, pelayaran akan digantikan dengan kapal berbahan besi. Di Riau memang yang mendominasi pelayaran antar pulau termasuk tujuan luar negeri seperti Malaysia , menggunakan kapal bahan fiber.

Menyinggung tentang proses perizinan pelayaran, Kadishub menegaskan ada ditangan Departemen Perhubungan Laut Pusat. Sehingga Dishub provinsi, sifatnya hanya koordinasi saja. Sementara, surat himbauan penghentian dilakukan Dinas Perhubungan kabupaten/kota.

"Perizinan memang pusat yang mengatur. Tapi kita diberikan kewenangan untuk melakukan penghentian pengoperasian sementara seperti keadaan sekarang ini," kata Ruslaini.

Sementara itu, Kepala BMKG Riau Philip Mustamu juga mengingatkan agar pelayaran laut dan nelayan mewaspadai angin kencang, karena meski cuaca panas, badai tetap berpotensi terjadi, bahkan kecepatan angin pada saat-saat tertentu mencapai 12 knot atau 24 km per jam.

"Akibatnya, saat kecepatan angin 12 knot, tinggi gelombang diperairan Riau bisa mencapai 3 sampai 4 meter. Kondisi ini sangat membahayakan untuk pelayaran laut dan para nelayan yang sedang menangkap ikan," ujar Philip.

Kecepatan angin di Riau mencapai 12 knot atau 24 km perjam diperairan Riau yang akan memicu gelombang sampai 3 dan 4 meter. Kecepatan angin ini diperkirakan terjadi hingga bulan Februari 2009, angin yang kencang juga membuat potensi terjadi hujan lebat, katanya.

Angin ini menurut Mustamu bertiup dari arah Barat dan Utama ke arah Timur Laut, bisa terjadi pada saat pagi, siang atau malam hari. Selain di lautan, angin juga sewaktu-waktu berhembus ke daratan, dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Potensi angin di laut dan daratan sama, bisa terjadi pagi, siang atau malam. (Ant)

 

ed
Bookmark and Share

Komentar

Kirim Komentar Anda

Nama Anda
Email Anda
Komentar Anda Maks. 500 karakter.
Kode Keamanan
Masukkan kode