Kabar Nusantara
PLN akan Tambah 4 Pembangkit di Timika
Minggu, 29 November 2009 15:41 WIB
Timika, (tvOne)
PT PLN (Persero) akan menambah empat unit pembangkit diesel di Timika, Papua guna mengatasi krisis energi listrik yang berkepanjangan di wilayah tersebut.
Manajer PLN Ranting Timika, Trimanto kepada ANTARA di Timika, Minggu mengatakan, empat mesin pembangkit baru dengan daya 2 Mega Watt (MW) sudah tiba di Pelabuhan Paumako Timika. "Mesinnya masih di pelabuhan, belum diangkut ke Timika. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa dioperasikan," kata Trimanto.
Ia mengatakan, empat mesin pembangkit baru tersebut disewa dari PT Manunggal Bina Diesel di Jakarta. Dalam waktu dekat, demikian Trimanto, akan datang lagi mesin pembangkit baru dengan kapasitas 1 MW yang disewa oleh Pemkab Mimika dari PT Sumber Daya Sewatama.
Dengan penambahan daya 3 MW, Trimanto berharap bisa mengatasi krisis energi listrik di kota Timika yang berlangsung cukup lama. "Kami berharap sebelum hari raya Natal mesin baru sudah terpasang sehingga tidak akan ada lagi pemadaman bergilir listrik di Timika," kata Trimanto.
Selama kurun waktu beberapa bulan belakangan, PLN Timika melakukan pemadaman listrik bergilir siang dan malam hari selama delapan jam karena keterbatasan daya listrik. Daya listrik yang tersedia di PLN Timika hanya 7 MW, sedangkan kebutuhan daya mencapai 9,6 MW.
Menurut Trimanto, setiap bulan PLN Timika mengalami kerugian sekitar Rp8,3 miliar karena pendapatan tidak sebanding dengan biaya operasional terutama untuk pembelian bahan bakar solar.
Pendapatan PLN Timika sebulan mencapai Rp2,7 miliar, sedangkan biaya operasional untuk pengadaan bahan bakar solar sebanyak 1.350 ton mencapai Rp11 miliar.
Adapun tunggakan rekening listrik hingga 31 Oktober lalu tercatat sebesar Rp1,5 miliar. Penunggak terbesar adalah konsumen listrik di Mapurujaya, Distrik Mimika Timur sebesar Rp500 juta dan warga Kwamki Lama sebesar Rp300 juta. "Ada ratusan pelanggan PLN di Kwamki Lama yang tidak mau bayar rekening listrik. Kalau jaringan listriknya diputus masyarakat mengamuk mau bakar kantor PLN," tutur Trimanto. (Ant)
ed