Beranda Kabar tvOne Program Jadwal Acara tvOne Siaran Pers RSS Feed Surat tvOne Indeks Berita BangOne
Politik Ekonomi Nasional Internasional Jabodetabek Olahraga Nusantara Hukum Sosial Budaya IPTEK
Newsticker:
tvOne - Memang Beda
Cetak Berita

Kabar Nusantara

Pemprov NTB Sulit Pindahkan Ahmadiyah dari Pengungsian
Minggu, 29 November 2009 12:14 WIB

Mataram, (Ant)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kesulitan memindahkan 130 orang warga Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang menempati lokasi pengungsian di Asrama Transito Mataram, karena masih ada penolakan warga.

"Kami sudah berupaya memfasilitasi pemindahan warga Ahmadiyah itu dari lokasi pengungsian agar membaur dengan masyarakat di berbagai lokasi . Namun banyak warga menolak kehadiran mereka," kata Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, Bachrudin, di Mataram, Minggu.

Menurut Bachrudin, warga Ahmadiyah itu harus dipindahkan dari lokasi pengungsian agar menjalani kehidupan secara wajar di luar lokasi pengungsian karena pemerintah daerah tidak lagi menyediakan bantuan tanggap darurat.

Bantuan tanggap darurat berupa beras sebanyak 400 gram/orang hanya diberikan dalam kurun waktu setahun semenjak berstatus pengungsi dan diperpanjang setahun lagi jika dipandang perlu.

Warga Ahmadiyah di wilayah NTB, diperkirakan lebih dari 180 orang, sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK) atau 130 jiwa diantaranya berada di Mataram, ibukota Provinsi NTB dan 50 jiwa lainnya berada di Kabupaten Lombok Tengah.

Sebanyak 130 orang warga Ahmadiyah mendiami asrama Transito Mataram setelah rumah mereka di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, dirusak dan dibakar massa, pada 4 Pebruari 2006. Semenjak berada di lokasi pengungsian, bantuan tanggap darurat berupa beras sebanyak 400 gram/orang terus diberikan Dinas Sosial Provinsi NTB.

Semula, penanganan tanggap darurat bagi para pengungsi Ahmadiyah itu ditangani oleh Pemerintah Kota Mataram, meskipun bantuan beras untuk mereka sebagian besar bersumber dari Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB.

Setelah 4 Pebruari 2007, Pemerintah Kota Mataram mengakhiri penanganan tanggap darurat itu sehingga bantuan tanggap darurat itu ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi NTB hingga dialokasikan beras bantuan sebanyak 20 ton.

Bachrudin menambahkan, Walikota Mataram, H. Ruslan, pernah berupaya memindahkan sebagian warga Ahmadiyah itu dari lokasi pengungsian ke kediaman sanak keluarganya yang menyebar di Kota Mataram.

Namun, upaya tersebut tidak bisa direalisasikan karena warga Mataram lainnya menolak kehadiran warga Ahmadiyah jika belum menyatakan bertobat dan tidak lagi melaksanakan aktivitas keagamaan versi Ahmadiyah. "Kami coba dekati lagi tetapi gagal karena masih ada penolakan warga. Entah sampai kapan permasalahan sosial ini bisa dituntaskan," ujarnya. (Ant)

ed
Bookmark and Share

Komentar

Kirim Komentar Anda

Nama Anda
Email Anda
Komentar Anda Maks. 500 karakter.
Kode Keamanan
Masukkan kode