Beranda Kabar tvOne Program Jadwal Acara tvOne Siaran Pers RSS Feed Surat tvOne Indeks Berita BangOne
Politik Ekonomi Nasional Internasional Jabodetabek Olahraga Nusantara Hukum Sosial Budaya IPTEK
Newsticker:
tvOne - Memang Beda
Cetak Berita

Kabar Nusantara

30 Saksi Diperiksa soal Kematian Bripda Misran
Minggu, 29 November 2009 11:54 WIB

Timika, (tvOne)

Jajaran penyidik Polres Mimika, Papua telah memeriksa sedikitnya 30 orang saksi terkait kasus kematian Bripda Dedy Misran yang dianiaya hingga tewas oleh sejumlah orang tak dikenal pada Ahad (22/11) lalu.

Kapolres Mimika AKBP Mohammad Sagi melalui Kabag Ops AKP Mada Laksanta, Minggu, mengatakan, para saksi yang diperiksa itu sempat menolong korban sesaat setelah dianiaya.

Laksanta mengatakan, salah seorang rekan korban yaitu Bripda Indra yang merupakan saksi kunci saat ini diperiksa oleh unit Pelayanan, Pengaduan dan Penindakan (P3D) Polres Mimika.

Sejauh ini, katanya, penyidik belum dapat mengungkap para tersangka yang menganiaya korban hingga tewas. Namun sejumlah sumber kuat menyebutkan pelaku yang menganiaya korban juga merupakan aparat.

Bripda Dedy Misran dianiaya sejumlah orang tak dikenal saat sedang melintas dengan sepeda motornya di ruas Jalan A Yani Timika, Minggu (22/11) sekitar pukul 04.40 WIT.

Korban mengalami luka tusuk pada punggung kanan dan ketiak kanan. Korban sempat dilarikan ke RS Bantuan Trikora dan RSUD Mimika, namun karena kondisinya kritis akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika hingga meninggal dunia.

Inspektorat Jendral TNI-AD, Mayjen TNI Situmeang saat berkunjung ke Timika beberapa hari lalu mewanti-wanti para prajurit TNI agar meningkatkan kekompakan dan kerja sama dengan jajaran kepolisian setempat. "Kita berusaha lebih dekat dengan Polri. Hilangkan rasa saling curiga-mencurigai satu dengan yang lain," kata Situmeang.

Untuk meminimalisasi kasus bentrokan dengan anggota satuan yang lain, Situmeang meminta para pimpinan satuan agar mengintensifkan pengawasan terhadap anggotanya. "Tingkatkan kepemimpinan lapangan. Kalau pimpinan dekat dengan anak buah maka bisa mengetahui persoalan yang dihadapi anak buah sehingga bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan," ujarnya.

Ia berharap gesekan antara prajurit TNI dengan satuan lain seperti penyerangan Pos Satlantas Polres Mimika di Timika tahun 2007 serta tindakan melawan atasan seperti yang dilakukan prajurit Yonif 751 Jayapura tahun 2008 tidak terulang kembali. (Ant)

ed
Bookmark and Share

Komentar

Kirim Komentar Anda

Nama Anda
Email Anda
Komentar Anda Maks. 500 karakter.
Kode Keamanan
Masukkan kode