Kabar Nusantara
Disdik Kepri Tambah 400 Guru Honor di Pesisir
Minggu, 29 November 2009 11:38 WIB
Batam, (tvOne)
Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menambah 400 guru honor untuk sekolah-sekolah di pulau pesisir yang tersebar di tujuh kabupaten kota Kepri.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri Arifin Nasir di Batam, Minggu, mengatakan, penambahan guru di pulau pesisir itu untuk menambah kualitas pendidikan anak "hinterland". "Agar kualitas pendidikan di `mainland` dan `hinterland` tidak timpang," kata dia.
Dari 400 guru honor itu, penempatan lebih dikonsentrasikan untuk Kabupaten Anambas dan Lingga. Menurut Arifin, kualitas pendidikan di dua kabupaten itu lebih perlu ditambah ketimbang kabupaten kota lain di Kepri.
Selain di Kabupaten Anambas dan Lingga, guru honor juga akan ditambah di Kecamatan Belakang Padang Kota Batam. "Meski Batam kota besar, tapi, juga ada `hinterland`-nya, seperti Belakang Padang," kata Arifin.
Namun, jumlah guru honor untuk "hinterland" Kota Batam, kata dia, lebih sedikit dibanding untuk Kabupaten Anambas dan Lingga. "Misalnya untuk Anambas dan Lingga 60 orang, sisanya, dibagi untuk kabupaten kota lain, seperti Batam," kata dia.
Sebanyak 400 guru honor akan ditambah pada 2010. Pemprov Kepri akan membuka lowongan pekerjaan guru honor 2010. Ia menyatakan setiap guru honor akan digaji Rp1.500.000 setiap bulan, yang dialokasikan dari APBD Kepri. "Ini lebih banyak ketimbang honor guru komite," kata dia.
Mengenai pelaksanaan ujian nasional (UN), ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tetap mempersiapkan meski Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan masyarakat perihal UN. "Kita tetap mempersiapkan pelaksanaan UN, sambil menunggu kajian dari Departemen Pendidikan," kata dia.
Segala persiapan UN, kata dia, tetap dilaksanakan, mulai dari pemantapan guru-guru, hingga ujian percobaan untuk para siswa.
Lebih dari itu, ia menyatakan para guru harus tetap konsentrasi pada persiapan UN, mengingat jika jadi dilaksanakan, waktu ujian yang kian dekat. "Kalau jadi dilaksanakan, maka diadakan Maret, lebih cepat dibanding tahun sebelumnya," kata dia.
Para guru, kata dia, tidak boleh lengah, menunggu keputusan Depdiknas, karena banyak materi yang harus disampaikan kepada siswa. "Semua materi harus diberikan, jangan sampai, karena waktunya sempit, maka ada materi yang belum sempat diberikan. Lalu, pada UN, justru materi itu yang keluar," kata Arifin. (Ant)
ed