Kabar Sosial Budaya
Populasi Harimau Siberia Merosot Tajam
Kamis, 26 November 2009 12:50 WIB
Washington, (tvOne)
Populasi harimau siberia merosot tajam, dan beberapa peneliti menuding pemburu gelap yang membunuh kucing besar itu, untuk diambil tulang dan kulitnya sebagai penyebabnya,. Satu survei mengenai perkiraan jumlah harimau tersebut, di Rusia Timur Jauh mendapati hanya 56 kucing besar, demikian laporan yang dikoordinasikan oleh Perhimpunan Pelestarian Marga Satwa (WCS), organisasi non-pemerintah dan pemerintah Rusia.
Jumlah tersebut merupakan kemerosotan 41 persen dari sebanyak 95 harimau di satu daerah pemantauan atas sebanyak 15 persen total habitat alam harimau itu, kata laporan tersebut. Para peneliti meramalkan kemungkinan, bahwa terjadi kemerosotan di seluruh wilayah itu dari penghitungan pada 2005, yang memperlihatkan terdapat 500 harimau buas yang berkeliaran di Siberia, kata jurubicara WCS, Stephen Sautner.
Penulis laporan tersebut menduga kemerosotan itu terutama terjadi akibat meningkatnya perburuan gelap kucing besar tersebut dan korban mereka. Hewan tersebut dibunuh untuk diambil kulit dan tulangnya, yang digunakan dalam obat tradisional, kata Sautner. Survei tahunan harimau itu, yang bertujuan mendeteksi perubahan jumlah harimau tersebut dilakukan di 16 tempat pemantauan yang tersebar di seluruh habitat kucing besar tersebut
Survei luas mengenai harimau dilakukan tak terlalu sering, terutama akibat masalah logsitik yang berkaitan dengan bekerja di Siberia, kawasan yang dilapisi es, untuk melacak hewan yang menyembunyikan diri tersebut yang habitatnya mencakup ratusan ribu kilometer.
Jajak pendapat 1996 yang mencakup seluruh habitat harimau itu di daerah dengan luas 180.000 kilometer persegi mendapati lebih dari 400 kucing besar di Rusia Timur Jauh, dan survei yang paling luas dan paling belakangan menghitung sebanyak 500 harimau pada 2005. "Semua hewan tersebut tak pernah menjadi spesies yang berlimpah.
Namun jumlah mereka mulai kembali sedikit sejak 1940-an, saat hanya terdapat 30 harimau siberia," kata Sautner sebagaimana. Rusia telah melakukan banyak langkah penting untuk melestarikan spesies itu, yang dimulai dengan larangan perburuan kucing besar itu pada 1947. Kemerosotan populasi harimau siberia adalah "seruan peringatan bahwa semua upaya pelestarian saat ini tak cukup untuk melindungi harimau siberia," kata Dale Miquelle dari Program Rusia Timur Jauh WCS dan pemimpin penulis laporan tersebut. (Ant)
hm