Beranda Kabar tvOne Program Jadwal Acara tvOne Siaran Pers RSS Feed Surat tvOne Indeks Berita BangOne
Politik Ekonomi Nasional Internasional Jabodetabek Olahraga Nusantara Hukum Sosial Budaya IPTEK
Newsticker:
tvOne - Memang Beda
Cetak Berita

Kabar Internasional

Korban Pembantaian di Filipina Capai 50 orang
Rabu, 25 November 2009 11:59 WIB

Cotabato, Filipina, (tvOne)

Pihak yang berwenang di Filipina Rabu akan mengevaluasi pencarian korban pembantaian yang sebelumnya dikabarkan menewaskan 46 orang, di tengah kekhawatiran jumlah korban mencapai 50 orang, kata militer negara itu.

Pembunuhan massal terhadap para pembantu dan keluarga seorang politisi lokal di Filipina selatan, di samping wartawan yang menyertai mereka, itu terjadi Senin di sekitar daerah pertanian di pulau selatan Mindanao yang bergolak.

"Pencarian akan terus dilanjutkan pada hari ini," kata juru bicara militer daerah, Letkol. Jonathan Ponce, kepada AFP. "Mereka mengatakan terdapat lebih dari 50 korban, namun hanya 46 mayat yang telah ditemukan, karena itu kami akan mencari lainnya," ujarnya.

Jenazah dari sedikitnya 13 wartawan dan keluarga politisi lokal, Esmael Mangudadatu, ditemukan dikubur di pemakaman massal atau di buang di tempat sampah di pinggir jalan di provinsi Maguindanao.

Pihak militer mengatakan, tertuduh utama dalam aksi penculikan dan pembunuhan itu adalah orang-orang bersenjata yang disewa oleh gubernur Maguindanao, Andal Ampatuan, dan putranya yang bernama sama.

Keluarga para korban dan para saksi mata mengatakan, kelompok politik kuat itu ingin menghentikan langkah Mangudadatu dari menantang Ampatuan junior untuk meraih jabatan gubernur dalam pemilihan umum nasional tahun depan.

Para korban itu ditangkap pada saat mereka sedang melakukan perjalanan konvoi dengan isteri Mangudadatu, ketika dia akan ke kantor pemilu untuk mendaftarkan suaminya mencalonkan diri sebagai gubernur.

Tiga polisi yang diyakini setia kepada Ampatuan telah menahan mereka dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan. Setelah terjadi pembunuhan besar-besaran itu, Presiden Filipina Gloria Arroyo memberlakukan peraturan darurat di di Maguindanao, tetangga kota Cotabato dan provinsi Sultan Kudarat, di dekatnya.

Ponce mengatakan, tentara telah dikirim ke wilayah bergolak itu, yang terkenal dengan penguasa-penguasa politik selain pemberontakan separatis Muslim. Tempat-tempat pemeriksaan dan petugasnya didirikan di jalan-jalan raya penting di wilayah itu untuk mencegah terjadinya bentrokan bersenjata. (Ant)

ed
Bookmark and Share

Komentar

Kirim Komentar Anda

Nama Anda
Email Anda
Komentar Anda Maks. 500 karakter.
Kode Keamanan
Masukkan kode