Kabar Ekonomi
'Krisis Listrik Berulang Jika Investasi Terbatas'
Selasa, 24 November 2009 05:38 WIB
Jakarta, (tvOne)
Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) yang juga Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengungkapkan, krisis listrik yang terjadi sekarang ini berpotensi terulang kembali dalam 2-3 tahun mendatang, jika investasi kelistrikan mengalami kendala. "Kalau investasi kelistrikan terkendala, maka akan ada krisis lagi 2-3 tahun mendatang," kata Darwin dalam rapat kerja DEN dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (23/11).
Menurut dia, saat ini, PT PLN (Persero) mengalami keterbatasan dalam mendanai proyek-proyek ketenagalistrikan. PLN telah melakukan efisiensi, namun pendapatan BUMN tersebut tergantung tarif dasar listrik (TDL) dan subsidi plus marjin buat investasi.
Darwin mengatakan, selaku DEN, pihaknya akan memberikan rekomendasi penanganan krisis yang terjadi saat ini. "Ini sesuai fungsi DEN yang salah satunya adalah menetapkan langkah penanggulangan krisis dan darurat energi," ujarnya.
Salah satu kesimpulan raker juga meminta DEN segera menyampaikan langkah strategis penangananan krisis dan darurat energi. Pada kesempatan tersebut, sejumlah anggota Komisi VII DPR juga meminta DEN lebih berperan lagi.
Darwin menambahkan, dalam kondisi darurat, DEN bisa melakukan audiensi kepada presiden selaku Ketua DEN. "Nanti, presiden selaku Ketua DEN, menyampaikan ke masyarakat," katanya.
Anggota DEN Herman Darnel Ibrahim mengatakan, krisis listrik muncul sejak krisis moneter dan dilanjutkan kenaikan harga minyak yang meningkatkan beban subsidi dari Rp3 triliun menjadi Rp60 triliun per tahun. Akibatnya, lanjutnya, PLN mengalami keterbatasan pendanaan yang seharusnya mendapat marjin minimal 10 persen. Menurut dia, sejumlah upaya yang bisa dilakukan guna mengatasi krisis listrik seperti pembagian 50 juta lampu hemat energi yang bisa menghemat 200 MW atau senilai Rp5 triliun per tahun.
Anggota DEN lainnya, Herman Agustiawan menambahkan, selain sisi konsumen, penghematan yang jauh berdampak lebih besar adalah dari sisi produsen yakni PLN. Organisasi DEN diketuai presiden, wakilnya adalah wakil presiden, dan ketua harian adalah Menteri ESDM.
Anggota DEN berjumlah 15 orang yang terdiri dari tujuh unsur pemerintah yakni Menkeu, Menneg PPN/Bappenas, Menhub, Menperin, Mentan, Menristek, dan Menneg LH. Sisanya, delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan yakni Agusman Effendi dari konsumen, Herman Agustiawan dari konsumen, Rinaldi Dalimi dari akedemisi, Tumiran dari akedemisi, Eddie Widiono dari industri, Herman Darnel Ibrahim dari industri, Widjajono Partowidagdo dari teknologi, dan Mukhtasor dari lingkungan hidup. (Ant)
ai