Kabar Nusantara
Puluhan Desa di Aceh Utara Masih Dilanda Banjir
Minggu, 22 November 2009 19:26 WIB
Banda Aceh, (tvOne)
Sekitar 40 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara hingga saat ini dilaporkan masih dilanda banjir, akibat hujan deras yang menguyur wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.
Informasi yang diperoleh di Lhoksukon, ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Minggu (22/11), banjir bandang yang terjadi sejak dua hari lalu hingga saat ini belum surut, namun masyarakat belum ada yang mengungsi.
"Meskipun rumah warga masih digenangi air hingga 1,5 meter, namun mereka belum ada yang mengungsi," kata Rahmad, salah seorang warga saat dihubungi dari Banda Aceh.
Rahmad yang berprofesi sebagai fotografer "freelance" menyatakan, dari 12 kecamatan yang dilanda bajir terdapat lima wilayah yang tergolong parah, yakni Matangkuli, Seunedon, Jambo Aye, Langkahan, Tanah Pasir, dan Kecamatan Kota Binje.
Wilayah yang tergolong parah, kata dia, karena berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS) Keureto dan Krueng Peuto. Sungai tersebut meluap, akibat tidak mampu menampung air hujan yang turun terus menerus.
Rahmad menyatakan, kondisi cuaca di Aceh Utara masih mendung dan sebagian hujan rintik-rintik, sehingga peluang turun hujan lagi masih besar.
"Bila hari ini kembali hujan lebat, terutama di daerah pengunungan, maka banjir belum bisa surut, bahkan bisa bertambah," katanya. Ia mengatakan, masyarakat kini sudah bersiap-siap untuk mengungsi, apabila sewaktu-waktu air banjir bertambah.
Sementara itu, sejumlah sekolah dilaporkan masih digenani air, sehingga diperkirakan pada Senin (23/11) anak-anak tetap tidak bisa sekolah.
Sejak Sabtu (21/11), sejumlah sekolah terpaksa libur, karena ketinggian airnya mencapai sekitar 1,5 meter. Selain itu, para petani kini sibuk mengangkat hasil penen padi yang masih berada di sawah.
Sudah menjadi kebiasaan petani di Aceh, setelah panen, tidak langsung dibawa pulang, tapi ditinggal di sawah beberapa hari. Ramad menyatakan, karena air di sawah sudah surut, maka mereka sibuk mengangkat hasil panen ke darat agar tidak terendam air lagi.
mr