Kabar Nusantara
Kepulangan Ahmadiyah Tergantung Masyarakat
Sabtu, 14 November 2009 14:14 WIB
Mataram, (tvOne)
Kepulangan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), untuk pulang ke kampungnya sangat tergantung dari masyarakat setempat, kata Wali Kota Mataram H. Moh. Ruslan. "Apakah masyarakat di kampung tersebut mau menerima atau tidak, itu terserah mereka," katanya di Mataram, Sabtu (14/11).
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, NTB, akan senang kalau warga Ahmadiyah yang ingin pulang kampung. Namun, sekarang bagaimana dengan lingkungannya. Sekitar 130 orang jemaat Ahmadiyah menyatakan ingin pulang ke kampungnya, setelah tinggal di pengungsian lebih dari empat tahun.
Jemaat Ahmadiyah mengungsi ke asrama transito Majeluk Mataram, setelah rumahnya di Gegerung, Lingsar, Kabupaten Lombok Barat dirusak dan dibakar massa. Masyarakat pasti akan menerima jemaat Ahamdiyah, asalkan mereka mau memenuhi persyaratan yang diminta. Persyaratan tersebut, antara lain membaur dengan masyarakat dan kembali ke ajaran Islam yang benar.
"Persyaratan tersebut nampaknya belum dipenuhi oleh jemaat Ahmadiyah, sehingga mereka belum berani pulang dan masih bertahan di asrama transito Majeluk Mataram," katanya.
Sekretaris Daerah NTB Drs. H. Abdul Malik sempat memimpin rapat tentang rencana keinginan jemaat Ahmadiyah untuk pulang ke kampung halamannya. Abdul Malik mengatakan keinginan jemaat Ahmadiyah untuk pulang kampung merupakan tekat yang baik, namun jika mereka pulang kampung, tetap akan diawasi.
Ia mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah jemaat Ahmadiyah kembali ke kampung halamannya di Gegerung, Lombok Barat. Asalkan bisa membaur dengan masyarakat setempat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, terus memberikan penyuluhan agar jemaat Ahmadiyah kembali ke ajaran Islam.
Namun, apa yang dilakukan oleh MUI dan Kanwil Depag NTB belum membuahkan hasil karena jemaat Ahmadiyah masih tetap pada pendiriannya.
(Ant)
hm