Kabar Ekonomi
Antam Mundur dari Konsorsium untuk Beli Newmont
Rabu, 11 November 2009 23:24 WIB
Jakarta, (tvOne)
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memutuskan tidak berpartisipasi dalam konsorsium Pemda Nusa Tenggara Barat untuk pembelian saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).
"Manajemen Antam tidak mencapai kesepakatan dengan konsorsium pemerintah daerah NTB dalam hal komposisi kepemilikan saham," kata Direktur Utama Antam, Alwin Syah Loebis, di Jakarta, Rabu (11/11).
Menurut Alwinsyah, keputusan ini diambil menyusul tidak tercapainya kesepakatan antara Antam dengan Pemda NTB selaku pihak yang memimpin (lead) dalam pembelian saham divestasi NNT. Salah satu strategi usaha Antam adalah melakukan akuisisi yang dapat memberikan nilai tambah. Sejalan dengan strategi usaha tersebut, manajemen Antam berkeinginan untuk memperoleh kepemilikan minimal 15,5 persen saham NNT dari total 31 persen saham divestasi periode 2006-2010.
Alwinsyah menambahkan, berdasarkan surat Menteri Keuangan RI No. S-683.1/MK.06/2009 tanggal 9 November 2009 dan surat Menteri Negara BUMN No.S 802/MBU/2009 Antam telah melakukan perundingan dengan Konsorsium Pemda NTB terkait pembelian saham divestasi NNT tersebut. Pemda NTB selaku pihak yang ditunjuk Pemerintah sebagai pemimpin (lead) konsorsium untuk pembelian saham divestasi PT NNT tahun 2006-2010 sebesar 31 persen menawarkan skema: Antam 37,5 persen, PT Multi Capital 37,5 persen dan Pemda NTB: 25 persen.
"Berdasarkan kajian strategi bisnis Antam dalam pembelian saham divestasi NNT ini, Antam mengajukan skema pembelian minimal 15,5 persen atau 50 persen dari keseluruhan saham divestasi NNT tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 yang berjumlah 31 persen," ujarnya.
Namun usulan tersebut tidak dapat diterima oleh Pemda NTB. Dengan tidak tercapainya kesepakatan tersebut dan setelah melalui kajian internal Antam terutama dari aspek komersial, maka diputuskan tidak ikut berpartisipasi dalam konsorsium.
Ke depan, ujar Alwinsyah, apabila konsorsium Pemda NTB mempunyai pertimbangan lain, Antam siap bekerjasama. Manajemen terus mengupayakan proyek-proyek lain untuk dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan, termasuk kemungkinan investasi dalam inisiatif-inisiatif akuisisi lainnya.
Alwinsyah menjelaskan, profil keuangan Antam saat ini sangat baik. Per 30 September 2009, Antam memiliki nilai kas dan setara sebesar Rp3,006 triliun dengan rasio hutang jangka panjang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) sebesar 8 persen. "Antam saat ini siap melakukan investasi untuk bertumbuh," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur NTB, Zainul Majdi, mengungkapkan, Antam sudah secara resmi membatalkan pembelian saham NNT. "Antam menginginkan saham Newmont dibagi sebesar 50 persen buat Antam dan pemda mendapatkan 50 persen," ujarnya. (Ant)
ai