Beranda Kabar tvOne Program Jadwal Acara tvOne Siaran Pers RSS Feed Surat tvOne Indeks Berita BangOne
Politik Ekonomi Nasional Internasional Jabodetabek Olahraga Nusantara Hukum Sosial Budaya IPTEK
Newsticker:
tvOne - Memang Beda
Cetak Berita

Kabar Nusantara

Pendulang Tradisional Areal Freeport Dievakuasi ke Timika
Rabu, 11 November 2009 22:54 WIB

Timika, (tvOne) 

Ratusan pendulang tradisional yang selama ini mengais butiran emas di sepanjang aliran Kali Kabur (Sungai Ajkwa) yang merupakan areal pengendapan tailing PT Freeport Indonesia sejak Senin (9/11) dievakuasi ke Timika, Papua.

Wakil Bupati Mimika, H Abdul Muis di Timika, Rabu (11/11), mengatakan, evakuasi pendulang merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan jajaran Muspida setempat beberapa waktu lalu untuk mempercepat pemulihan keamanan di areal Freeport. "Dengan adanya penertiban pendulang diharapkan akan mempercepat upaya penyelidikan dan pencarian pelaku penembakan di areal Freeport," kata Muis.

Ia mengatakan, kegiatan evakuasi pendulang merupakan kerjasama Pemkab Mimika dengan jajaran Polres Mimika serta PT Freeport Indonesia. Pendulang yang dievakuasi ke Timika selama tiga hari terakhir mencapai lebih dari 300 orang, dan sebagian besar merupakan warga dari luar Papua yang baru datang ke Timika.

Sebelumnya, sekitar bulan Juli lalu, sekitar 5.000 pendulang yang sebagian besar putra daerah telah dievakuasi ke Kwamki Lama Timika pascainsiden penembakan yang menewaskan Drew Nicholas Grant, Markus Rate Allo dan Marson Pattipelohi.

Meski pendulang yang dievakuasi ke Timika sudah banyak, namun Muis memperkirakan pendulang yang masih berada di Kali Kabur masih cukup banyak. "Saya mendapat laporan bahwa pendulang yang masih ada di Kali Kabur masih banyak mencapai lebih dari 2.000 orang," ujar Muis.

Ia mengatakan, Pemkab Mimika terus berupaya mencari formula yang tepat untuk mengatasi masalah pendulangan tradisional di sepanjang aliran Kali Kabur, yakni dengan memulangkan pendulang yang datang dari luar Mimika. Sedangkan bagi warga Mimika akan dicarikan solusi terbaik berupa penyiapan lapangan pekerjaan untuk mereka.

"Orang pergi mendulang di Kali Kabur karena desakan kebutuhan hidup. Kalau pendulang ditertibkan berarti pemerintah harus memikirkan lapangan pekerjaan untuk mereka, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari," kata Muis.

Dalam pertemuan dengan DPRD Mimika beberapa waktu lalu, Kasatgas Amole Timika II, AKBP Yulius Bambang mengatakan, masih banyaknya pendulang tradisional di areal Freeport menambah sulit upaya aparat untuk menangkap pelaku penembakan di areal Freeport selama ini. (Ant)
 

ai
Bookmark and Share

Komentar

Kirim Komentar Anda

Nama Anda
Email Anda
Komentar Anda Maks. 500 karakter.
Kode Keamanan
Masukkan kode