Kabar Sosial Budaya
Sekitar 14 persen Masyarakat Jatim Terganggu Jiwanya
Rabu, 11 November 2009 22:11 WIB
Surabaya, (tvOne)
Berdasarkan survei Departemen Kesehatan (Depkes), jumlah masyarakat Jawa Timur (Jatim) yang mengalami gangguan Jiwa mencapai 14 persen, dibandingkan angka nasional yang hanya 12 persen.
Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya (RSJM) dr. Hendro Riyanto, SpKJ.MM, Rabu (11/11), mengatakan, meningkatnya gangguan jiwa pada masyarakat disebabkan karena berbagai faktor, seperti pengaruh lingkungan yang ditinggali, perkawinan antarsaudara, kekerasan dalam rumah tangga dan depresi. Faktor-faktor tersebut menyebabkan terjadinya gangguan jiwa ringan yang saat ini mencapai hampir 9,9 persen dibandingkan yang bersifat berat atau tergolong gila.
Gangguan jiwa ringan ternyata tidak hanya terjadi pada masyarakt kota, tapi sudah merambah pada masyarakat desa. "Fenomena sebuah desa yang 50 penduduknya adalah idiot kemungkinan disebabkan karena adanya faktor perkawinan sedarah, " katanya.
Fenomena tersebut, saat ini bisa diatasi dengan pemberiaan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat pedesaan terkait dampak dari perkawinan sedarah. Selain karena perkawinan sedarah, kondisi lingkungan seperti tempat tinggal yang dikelilingi gunung kapur, menyebabkan penduduknya mengalami kekurangan zat yodium, sehingga perkembangan otaknya tidak bisa sempurna.
Sementara itu pada masyarakat kota, gangguan jiwa umumnya disebabkan tingkat kompetisi yang semakin tinggi dan konflik rumah tangga seperti kekerasan dalam rumah tangga. "Oleh karena itu, tidak mengherankan jika saat ini jumlah penderita gangguan jiwa semakin bertambah," katanya. (Ant)
ai